Judul :
Penerapan Penugasan Terbimbing dalam menggambar Disain Busana Untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan gamar Desain Busana untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan busana pesta dengan tepat pada kelas Busana XII.1 SMK Negeri 1 Majene
A. Latar Belakang
Membuat desain busana pesta tidaklah semudah menggambar disain sketsa busana yang lain, karena disain busana pesta memiliki kerumitan tersendiri dalam proses menggambarnya.Mulai dari teknik pewarnaan, detail busana,pemilihan bahan, tekstur bahan,pemilihan pelengkap busana serta aksesorie, memerlukan ketelitian dan ketekunan tersendiri dalam menampakkannya diatas gambar desain.
Kesulitan ini nyaris dirasakan oleh guru yang mengajar pada bidang studi Desain Busana.
Selain kerumitan teknik tersebut juga di tambah dengan kemampuan siswa dalam menggambar yang kurang memadai menjadi tantangan tersendiri bagi guru.Hal ini ditandai dengan masih ada sekitar 40 % siswa belum mencapai nilai Minimal yakni 2,67.
Gambar yang dihasilkan oleh siswa secara umum kelemahannya terlihat pada proporsi tubuh yang tidak pasa dan teknik pewarnaan yang belum menampakkan detail busana, value warna, jatuhnya ahan pada tubuh, serta tekstur bahan busana.
Hal ini mungin dipicu oleh metode dan strategi belajar mengajar yang digunakan kurang tepat. Karena metode yang dilakukan hanya memberikan gambar contoh yang di gandakan dengan sistem foto kopi sehingga gambar contoh disain tersebut tidak menarik dan tidak memberikan deskripsi yang tepat yang memudahkan siswa untuk membaca gambar tersebut.
Oleh karena itu alam mengupayakan siswa dapat menyelesaikan gambar busana dengan tepat akan dilakukan upaya pemberian tugas Terbimbing, yang dilakukan tahap demi tahap, untuk membiasakan anak menggambar dari tingkat kesulitan terendah sampai tertinggi.
Dalam metode penugasan terbimbing siswa akan ditugaskan untuk mencari dan menemukan sendiri Disain Busana Pesta secara langsung apakah lewat majalah, tablod atau internet. Dari gambar disain busana pesta yang didapatkan akan dilakukan pengamatan mendalam untuk melihat dengan jelas detai busana pesta tersebut, bagaimana menggambar lekuk-lekuk jatuhnya busana pada tubuh, bagaimana pemilihan bahan yang akan digambar. Dari hasil pengamatan tersebut siswa akan erlatih menggambar busana berdasarkan contoh gambar yang didapatkan dimana dalam setiap tahapnya akan dilakukan guru dengan cara pembimbingan langsung kepada siswa.
Dengan penerapan pembelajaran penugasan terbimbing ini diharapkan terjadinya peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan gambar desain busana pesta secara tepat.
Adapun penelitian ini berjudul " Penerapan penugasan terbimbing dalam menggamnar disain busana untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan gambar busana pesta dengan tepat pada kelas Busana XII.1 SMK Neg.1 Majene,"
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :
1. Metode penugasan terbimbing yang bagaimanakah yang dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan gambar busana pesta pada kelas Busana XII.1 SMK Negera 1 Majene?
2. Bagaimanakah peningkatan kemampuan menyelesaikan gambar busana pesta dengan tepat pada kelas Busana XII. 1 sMK Negeri 1 Majene setelah mengikuti penerapan metode penugasan terbimbing?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian bertujuan untuk mendekripsikan :
1. Peningkatan kompetensi menyelesaikan gamar busana dengan tepat setelah mengikuti penerapan metode penugasan terbimbing menggamnar disain busana.
2. Cara penerapan penugasan terbimbing yang dapat meningkatkan kompetensi menyelesaikan gambar busana dengan tepat pada kelas Busana XII. 1 SMK Negeri 1 Majene
D. Manfaat Penelitian :
Hasil penelitian diharapkan dapat :
1. Bagua peneliti ,
Rabu, 16 September 2015
Rabu, 12 Agustus 2015
Disain Busana Pesta
Pengertian Busana Pesta
Busana pesta adalah busana yang dikenakan pada saat menghadiri pesta. Busana Pesta secara umum identik dengan kesan mewah, glamour, eksklusif dan terkesan lebih istimewa dari jenis busana lainnya.
Karena pada dasarnya busana pesta memang dipakai dan diperuntukkan pada moment khusus dan spesial yang tidak dilakukan setiap hari melainkan pada waktu tertentu, misalnya pada saat ulang tahun, pernikahan, perpisahan, masuk rumah baru, naik jabatan/pangkat, acara adat, dls.
Pemilihan busana saat menghadiri pesta hendaknya memperhatikan beberapa hal penting berikut ini :
1. Waktu (time)
2. Usia
Faktor usia harus diperhatikan dalam memilih busana. Usia dalam pemakaian busana dibedakan atas tiga kategori, yakni anak-anak, ramaja, dan dewasa. Pakaian pesta anak modelnya bisa dipilih yang memiliki banyak detail, warna bervariasi dan dominan cerah, banyak menggunakan pelengkap seperti renda, mote-mote, pita, aplikasi, dls. Sedangkan pada usia remaja modelnya memneri kesan ceria, penuh warna, dan banyak sentuhan kreatifitas pada pemakaian pelengkap macam renda, mote, bisband, pita dls.Dan jika usianya sudah dewasa maka detail dan hiasannya sdh mulai dikurangi dan terkesan lebih sederhana tapi tetap elegan.
3. Jenis Pesta
Ada banyak macam acara yang termasuk dalam acara pesta, antara lain pesta pernikahan, pesta ulangtahun, pesta perpisahan, pesta syukuran, pesta yang berkaitan dengan adat dan tradisi , dan banyak lagi macam-macam pesta.
Dalam memilih busana tersebut diatas haruslah menyesuaikan dengan jenis pesta yang akan diikuti. Misalnya Pemeilihan busana untuk mengikuti pesta ulang tahun yang sifatnya lebih bebas tentu akan berbeda jika memilih busana pesta untuk menghadiri acara pengantin.
Dengan memperhatikan tiga point penting di atas seorang perancang busana akan lebih mudah dalam menuangkan idenya dalam mendisain busana pesta.
Karakteristik Busana Pesta
Untuk menghasilkan sebuah busana pesta yang bagus dan bermutu tinggi perlu mempertimbangkan karakteristik dari busana pesta tersebut.
Karakteristik busana pesta antara lain:
Siluet Busana Pesta
Siluet busana pesta adalah struktur pada desain busana yang mutlak harus dibuat dalam suatu desain. Siluet adalah garis luar (bayangan) suatu busana.
Penggolongan siluet dibagi beberapa macam:
1. Siluet bentuk dasar
Penggolongan siluet menurut bentuk dasar dibedakan menjadi 3,
yaitu:
- Siluet lurus atau pipa (straigh/tabular)
- Siluet lonceng (bell-shape/bouffant shilouette)
- Siluet menonjol (bustle shilouette)
2. Pengaruh tekstur
Siluet berdasarkan pengaruh tekstur dibedakan menjadi 2 yaitu siluet tailor dan siluet draperi
3. Bermacam huruf
Berdasarkan bentuk huruf siluet dibedakan menjadi siluet A, H, I, T, Y, S, X, O, dan L.
5. Bentuk yang ada di alam
Berdasarkan bentuk yang ada di alam siluet dibedakan: Bentuk Natural dan geometris
Langkah-Langkah persiapan menggambar desain busana Pesta
Menyiapkan tempat kerja (meja, alat dan lain-lain)
1. Tempat kerja untuk menggambar busana pesta disiapkan sesuai dengan kriteria prosedur kerja di industri
2. Peralatan untuk menggambar busana pesta disiapkan sesuai kebutuhan
Alat/bahan gambar untuk penyelesaian teknik kering:
- pensil 2 B – 6 B
- rapido
- drawing pen
- spidol/marker
- pensil mekanis
- pensil warna
- pensil water colour,aquarel,dll (luna, Kenko, Faber Castell, Greebel adalah merek2 yang disarankan untuk hasil maksimal)
rautan pensil
- tinta
- Penghapus (eraser)
- Penggaris
- kertas gambar misal ukuran: A4 = 21 x 29,7 cm , A3 = 29,7 x 42 cm, HVS = 21,59 x 33,5 cm.
- File/album untuk mengoleksi hasil disain yang sudah selesai
Langkah Kerja Menggambar Disain Busana Pesta
1) Mengambar atau mengutip proporsi tubuh secara desain busana.
- Menentukan proporsi tubuh yang menarik dan sesuai dengan desain busana
- Mengutip proporsi tubuh dengan tepat, rapi dan buatlah garis tipis pada kertas sketsa
- Memastikan bahwa proporsi yang dibuat sudah benar perbandingannya dan seimbang
- Isi bagian kepala, wajah
- Hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan
- Pertebal dengan drawing pen atau pensil 2
- Pindahkan gambar proporsi tubuh yang sudah benar ke dalam kertas gambar dengan menggunakan bantuan meja pengutip gambar.
2) Sketsa busana yang telah dipilih digambar di atas proporsi tubuh, dengan penekanan pensil yang tipis, supaya pensil mudah dihapus ( lihat contoh gambar langkah - langkah menggambar sketsa busana pada proporsi tubuh ). Menggambar sketsa busana di atas proporsi tubuh harus diberi sedikit kelebihan agar gambar sketsa busana terlihat tidak rata atau terlihat tiga dimensi.
3) Mengutip gambar sketsa busana yang telah sesuai dengan desain yang diinginkan ke selembar kertas baru ( kertas desain ), selesaikan dengan pensil atau pena gambar. Garis – garis pensil yang tidak berguna dapat dihapus agar gambar sketsa busana bersih dan rapi.
4) Hal yang perlu diingat adalah dalam menggambar sketsa, penekanan pensil harus diperhatikan, pensil jangan terlalu tebal agar pada saat dihapus tidak membekas dan pensli harus tetap runcing.
Menerapkan/memindahkan gambar sketsa pada proporsi tubuh
- Menerapkan gambar desain pada proporsi tubuh yang telah dikutip dengan cara menggambar kembali sketsa mode ke atas proporsi tubuh yang telah dikutip, sehingga memperoleh gambar yang baik, benar dan rapi
- Memindahkan gambar pada proporsi tubuh yang dikutip tadi.
- Gambar dengan menggunakan pensil mekanik dan tidak perlu ditekan (tipis)
- Lengkapi hiasan atau motif yang ada pada busana serta pelengkapnya dengan menngunakan pensil warna
- Isi bagian kepala, wajah
- Hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan
- Pertebal dengan drawing pen atau pensil 2 B
Selamat Mencoba..
Berikut ini beberapa contoh desain busana pesta.
Busana pesta adalah busana yang dikenakan pada saat menghadiri pesta. Busana Pesta secara umum identik dengan kesan mewah, glamour, eksklusif dan terkesan lebih istimewa dari jenis busana lainnya.
Karena pada dasarnya busana pesta memang dipakai dan diperuntukkan pada moment khusus dan spesial yang tidak dilakukan setiap hari melainkan pada waktu tertentu, misalnya pada saat ulang tahun, pernikahan, perpisahan, masuk rumah baru, naik jabatan/pangkat, acara adat, dls.
Pemilihan busana saat menghadiri pesta hendaknya memperhatikan beberapa hal penting berikut ini :
1. Waktu (time)
Waktu yang dimaksudkan di sini adalah pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari. Hal ini penting karena suasana pagi hari tentulah berbeda dengan malam hari. Pada pesta yang diadakan pagi hari disarankan mengenakan busana yang sedikit lebih sederhana detailnya, warna lebih cerah, dan aksesoris yang minimalis. Sedangkan siang hari tdk disarankan mengenakan warna cerah tetapi warna dipilih yang lembut. Dan penggunaan aksesoris sama dengan pagi hari minimalis saja. Untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa hal di bawah ini :
Busana Pesta Pagi/Siang
Busana pesta pagi atau siang adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta antara pukul 09.00-15.00. Busana pesta ini terbuat dari bahan yang bersifat halus, lembut, menyerap keringat dan tidak berkilau, sedangkan pemilihan warna sebaiknya dipilih warna yang lembut tidak terlalu gelap.
Busana Pesta Sore
Busana pesta sore adalah busana yang dikenakan pada kesempatan sore menjelang malam. Pemilihan bahan sebaiknya bertekstur agak lembut dengan warna bahan yang cerah atau warna yang agak gelap dan tidak mencolok.
Busana Pesta Malam
Busana pesta malam adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta malam hari. Pemilihan bahan yaitu yang bertekstur lebih halus dan lembut. Mode busana kelihatan mewah atau berkesan glamour. Warna yang digunakan lebih mencolok, baik mode ataupun hiasannya lebih mewah.
Busana Pesta Malam Resmi
Busana pesta malam resmi adalah busana yang dikenakan pada saat resmi, mode masih sederhana, biasanya berlengan tertutup sehingga kelihatan rapi dan sopan tetapi tetap terlihat mewah.
Busana Pesta Malam Gala
Busana pesta malam gala adalah busana pesta yang dipakai pada malam hari untuk kesempatan pesta, dengan ciri-ciri mode terbuka, glamour, mewah. Misalnya : Backlees (punggung terbuka), busty look (dada terbuka), decolette look (leher terbuka) dan lain-lain.
Faktor usia harus diperhatikan dalam memilih busana. Usia dalam pemakaian busana dibedakan atas tiga kategori, yakni anak-anak, ramaja, dan dewasa. Pakaian pesta anak modelnya bisa dipilih yang memiliki banyak detail, warna bervariasi dan dominan cerah, banyak menggunakan pelengkap seperti renda, mote-mote, pita, aplikasi, dls. Sedangkan pada usia remaja modelnya memneri kesan ceria, penuh warna, dan banyak sentuhan kreatifitas pada pemakaian pelengkap macam renda, mote, bisband, pita dls.Dan jika usianya sudah dewasa maka detail dan hiasannya sdh mulai dikurangi dan terkesan lebih sederhana tapi tetap elegan.
3. Jenis Pesta
Ada banyak macam acara yang termasuk dalam acara pesta, antara lain pesta pernikahan, pesta ulangtahun, pesta perpisahan, pesta syukuran, pesta yang berkaitan dengan adat dan tradisi , dan banyak lagi macam-macam pesta.
Dalam memilih busana tersebut diatas haruslah menyesuaikan dengan jenis pesta yang akan diikuti. Misalnya Pemeilihan busana untuk mengikuti pesta ulang tahun yang sifatnya lebih bebas tentu akan berbeda jika memilih busana pesta untuk menghadiri acara pengantin.
Dengan memperhatikan tiga point penting di atas seorang perancang busana akan lebih mudah dalam menuangkan idenya dalam mendisain busana pesta.
Karakteristik Busana Pesta
Untuk menghasilkan sebuah busana pesta yang bagus dan bermutu tinggi perlu mempertimbangkan karakteristik dari busana pesta tersebut.
Karakteristik busana pesta antara lain:
Siluet Busana Pesta
Siluet busana pesta adalah struktur pada desain busana yang mutlak harus dibuat dalam suatu desain. Siluet adalah garis luar (bayangan) suatu busana.
Penggolongan siluet dibagi beberapa macam:
1. Siluet bentuk dasar
Penggolongan siluet menurut bentuk dasar dibedakan menjadi 3,
yaitu:
- Siluet lurus atau pipa (straigh/tabular)
- Siluet lonceng (bell-shape/bouffant shilouette)
- Siluet menonjol (bustle shilouette)
2. Pengaruh tekstur
Siluet berdasarkan pengaruh tekstur dibedakan menjadi 2 yaitu siluet tailor dan siluet draperi
3. Bermacam huruf
Berdasarkan bentuk huruf siluet dibedakan menjadi siluet A, H, I, T, Y, S, X, O, dan L.
5. Bentuk yang ada di alam
Berdasarkan bentuk yang ada di alam siluet dibedakan: Bentuk Natural dan geometris
Langkah-Langkah persiapan menggambar desain busana Pesta
Menyiapkan tempat kerja (meja, alat dan lain-lain)
1. Tempat kerja untuk menggambar busana pesta disiapkan sesuai dengan kriteria prosedur kerja di industri
2. Peralatan untuk menggambar busana pesta disiapkan sesuai kebutuhan
Alat/bahan gambar untuk penyelesaian teknik kering:
- pensil 2 B – 6 B
- rapido
- drawing pen
- spidol/marker
- pensil mekanis
- pensil warna
- pensil water colour,aquarel,dll (luna, Kenko, Faber Castell, Greebel adalah merek2 yang disarankan untuk hasil maksimal)
rautan pensil
- tinta
- Penghapus (eraser)
- Penggaris
- kertas gambar misal ukuran: A4 = 21 x 29,7 cm , A3 = 29,7 x 42 cm, HVS = 21,59 x 33,5 cm.
- File/album untuk mengoleksi hasil disain yang sudah selesai
Langkah Kerja Menggambar Disain Busana Pesta
1) Mengambar atau mengutip proporsi tubuh secara desain busana.
- Menentukan proporsi tubuh yang menarik dan sesuai dengan desain busana
- Mengutip proporsi tubuh dengan tepat, rapi dan buatlah garis tipis pada kertas sketsa
- Memastikan bahwa proporsi yang dibuat sudah benar perbandingannya dan seimbang
- Isi bagian kepala, wajah
- Hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan
- Pertebal dengan drawing pen atau pensil 2
- Pindahkan gambar proporsi tubuh yang sudah benar ke dalam kertas gambar dengan menggunakan bantuan meja pengutip gambar.
2) Sketsa busana yang telah dipilih digambar di atas proporsi tubuh, dengan penekanan pensil yang tipis, supaya pensil mudah dihapus ( lihat contoh gambar langkah - langkah menggambar sketsa busana pada proporsi tubuh ). Menggambar sketsa busana di atas proporsi tubuh harus diberi sedikit kelebihan agar gambar sketsa busana terlihat tidak rata atau terlihat tiga dimensi.
3) Mengutip gambar sketsa busana yang telah sesuai dengan desain yang diinginkan ke selembar kertas baru ( kertas desain ), selesaikan dengan pensil atau pena gambar. Garis – garis pensil yang tidak berguna dapat dihapus agar gambar sketsa busana bersih dan rapi.
4) Hal yang perlu diingat adalah dalam menggambar sketsa, penekanan pensil harus diperhatikan, pensil jangan terlalu tebal agar pada saat dihapus tidak membekas dan pensli harus tetap runcing.
Menerapkan/memindahkan gambar sketsa pada proporsi tubuh
- Menerapkan gambar desain pada proporsi tubuh yang telah dikutip dengan cara menggambar kembali sketsa mode ke atas proporsi tubuh yang telah dikutip, sehingga memperoleh gambar yang baik, benar dan rapi
- Memindahkan gambar pada proporsi tubuh yang dikutip tadi.
- Gambar dengan menggunakan pensil mekanik dan tidak perlu ditekan (tipis)
- Lengkapi hiasan atau motif yang ada pada busana serta pelengkapnya dengan menngunakan pensil warna
- Isi bagian kepala, wajah
- Hapus bagian-bagian yang tidak diperlukan
- Pertebal dengan drawing pen atau pensil 2 B
Selamat Mencoba..
Berikut ini beberapa contoh desain busana pesta.
Desain busana pesta ini dapat dikenakan pada malam hari, untuk menghadiri acara pernikahan kerabat dekat atau teman/sahabat.
Desain busana pesta yang terinspirasi dari kebaya, salah satu busana asli Indonesia, yang dipadu dengan rok, dan diperuntukkan bagi perempuan muslim.
Desain ini juga adalah disain busana pesta yang cocok untuk pagi atau siang hari, dengan tetap memadukan busana tradisional Indonesia yakni kebaya dengan kain warisan budaya Indonesia, yakni batik dan dengan menambahkan selendang panjang yang juga umum dikenakan oleh perempuan Indonesia. Disain busana macam ini dapat dikenakan pada acara perpisahan, naik pangkat atau acara pesta semi formal lainnya.
Senin, 10 Agustus 2015
Resep Lawar Kacci , sambal mangga ala Mandar
Ada beberapa jenis sambal di tanah Mandar yang biasanya disajikan dengan nasi hangat pada saat hidangan utama disajikan. Biasanya sambal aneka jenis ini disandingkan dengan ikan bakar (Bau Tunu), ikan panggang (Bau Tapa), atau ikan goreng (Bau Janno).
Kali ini saya akan mencoba menitipkan salah satu resep sambal khas di tanah Mandar yang bahan utamanya adalah Mangga, yang dikenal dengan nama Lawar Kacci.
Resep Bahan :
2 buah mangga muda sedang besarnya (sebesar genggaman tangan orang dewasa, jenisnya bisa mangga golek, mangga harum manis, mangga madu, dls.
2 buah cabe di goreng sampai agak layu
6 butir cabe rawit atau sesuai selera
4 butir kemiri, dibakar
6 butir bawang merah, dibakar sampai layu
200 cc santan kental matang
Garam secukupnya
Terasi bakar secukupnya jika suka
Cara membuat
1. Mangga dikupas,dicacah,lalu diiris sampai agak halus
2. Jika mangga terasa asam, mangga diremas-remas dengan sedikit garam dan sedikit air sampai lunak, lalu peras airnya. Sisihkan
3. Cabe,kemiri,bawang merah,garam,terasi, disatukan/dicampurkan lalu ditumbuk halus.
4. Mangga dan bumbu halus diaduk rata.
5. Lalu masukkan santan kental lalu diaduk lagi sampai rata
6. Sajikan dengan ikan bakar atau ikan panggang hangat dan nasi putih yang juga hangat.
Semoga bermanfaat.
Selamat menikmati...😉
Resep Bahan :
2 buah mangga muda sedang besarnya (sebesar genggaman tangan orang dewasa, jenisnya bisa mangga golek, mangga harum manis, mangga madu, dls.
2 buah cabe di goreng sampai agak layu
6 butir cabe rawit atau sesuai selera
4 butir kemiri, dibakar
6 butir bawang merah, dibakar sampai layu
200 cc santan kental matang
Garam secukupnya
Terasi bakar secukupnya jika suka
Cara membuat
1. Mangga dikupas,dicacah,lalu diiris sampai agak halus
2. Jika mangga terasa asam, mangga diremas-remas dengan sedikit garam dan sedikit air sampai lunak, lalu peras airnya. Sisihkan
3. Cabe,kemiri,bawang merah,garam,terasi, disatukan/dicampurkan lalu ditumbuk halus.
4. Mangga dan bumbu halus diaduk rata.
5. Lalu masukkan santan kental lalu diaduk lagi sampai rata
6. Sajikan dengan ikan bakar atau ikan panggang hangat dan nasi putih yang juga hangat.
Semoga bermanfaat.
Selamat menikmati...😉
Minggu, 09 Agustus 2015
HUKUM DAN UNDANG-UNDANG YANG TERKAIT DENGAN PARIWISATA
Hukum dan Undang-Undang Kepariwisataan
Apabila suatu saat
terjadi perselisihan (dispute) antara pihak indonesia dengan mitranya (pihak
asing), maka akan semakin rumit, karena terkait dengan kepastian hukum multi
nasional.
Obyek Wisata :
A.
Obyek
dan Daya Tarik Wisata Alam
B.
Obyek
dan Daya Tarik Budaya
C.
Obyek
dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus
Sarana Pariwisata :
A.
Sarana
Akomodasi
B.
Sarana
makan dan minum
D.
Sarana
angkutan wisata
E.
Sarana
wisata tirta
F.
Kawasan
pariwisata
n
Jasa
Pariwisata
A.
Jasa
biro perjalanan wisata
B.
Jasa
agen perjalanan wisata
C.
Jasa
pramuwisata
D.
Jasa
konvensi, perjalanan insentif dan pameran
E.
Jasa
impresariat
F.
Jasa
konsultan pariwisata
G.
Jasa
informasi
Selanjutnya, tujuan penyelenggaraan pariwisata untuk:
Juga mencantum kewajiban secara eksplisit untuk memperhatikan:
Kelestarian budaya dan mutu lingkungan hidup.
1.
Undang-Undang No.05 Tahun 1992 tentang cagar
budaya.
n Berkaitan
dengan upaya pemeliharaan, pelindungan dan pelestarian obyek wisata/daya tarik
wisata.
n Secara
eksplisit dinyatakan bahwa: benda
cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang paling penting artinya bagi
pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, sehingga
perlu dilindungi dan dilestarikan demi pemupukan kesadaran jatidiri bangsa dan
kepentingan nasional.
n Pasal-pasal
yang terdapat dalam undang-undang ini antara lain mencakup:
Ruang Lingkup:
Benda yang tergolong benda cagar
budaya:
Dengan demikian semua benda yang
termasuk katagori tersebut wajib dipelihara, dilindungi dan dilestarikan.
Dalam undang-undang ini juga dimuat
ketentuan pidana dengan ancaman berat, dan juga denda, bagi siapa saja yang
melanggar, baik itu merusak, membawa, memindahkan, mengambil, mengubah
bentuk/warna, memugar atau memisahkan benda cagar budaya tanpa ijin pemerintah.
2.
Undang-Undang No.04 Tahun 1982 tentang Ketentuan
Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
n UU
lainnya yang berkaitan dengan pemeliharaan, perlindungan dan pelestarian
obyek/daya tarik wisata.
n Memuat
ketenttuan pokok mengenai:
n Dimuat
juga ketentuan pidana dan denda bagi yang merusak dan mencemarkan lingkungan.
3.
Undang-Undang No.22 tahun 1999 tentang
Pemerintah Daerah harus mendapat perhatian.
a.
UU ini disebut Undang-undang Otonomi Daerah
karena pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih
mengutamakan pelaksanaan asas desentralisasi.
b.
Menempatkan otonomi daerah sepenuhnya pada
daerah kabupaten atau daerah kota.
c.
Namun masih ada kewenangan Pemerintah Pusat,
antara lain:
·
Politik luar negeri dan pertahanan keamanan
·
Peradilan, moneter dan fiskal Agama
4.
Peraturan Pemerintah
a.
Peraturan Pemerintah No.34 tahun 1979 tentang
Penyerahan sebagian urusan Pemerintah dalam bidang Kepariwisataan kepada kepala
Daerah tingkat I.
·
Peraturan Pemerintah pertama dalam bidang Kepariwisataan.
·
Terdapat 12 urusan pariwisata yang diserahkan
menjadi urusan rumah tangga daerah tingkat I.
b.
Peraturan Pemerintah No.10 tahun 1999 tentang
Benda Cagar Budaya
·
Terdiri dari 47 pasal.
c.
Peraturan Pemerintah No.20 tahun 1990 tentang
Pengendalian Pencemaran Air.
·
Penting dalam hal kelangsungan hidup manusia,
termasuk kegiatan pariwisata.
d.
Peraturan Pemerintah No.27 tahun 1999 tentang
Analisis Dampak Lingkungan Hidup.
·
Penting dari segi pembangunan, khususnya
pengembangan pariwisata.
PP ini merupakan tindak lanjut
dari UU No.23 tahun 1997 tentang lingkungan hidup dan pengganti PP No.51 tahun
1993 tentang AMDALH yang dianggap sudah
ketinggalan.
e.
Peraturan Pemerintah No.6 tahun 1998 tentang
Koordinasi kegiatan Instansi Vertikal di Daerah.
5.
Keputusan dan Instruksi Presiden
a.
Keputusan Presiden No.30 tahun 1969
Kepres tentang
Pengembangan Kepariwisataan Nasional. Hanya terdiri dari 8 pasal antara lain:
·
Kebijakan dibidang pengembangan kepariwisataan
nasional ditetapkan oleh Presiden
·
Dalam menetapkan kebijaksanaan umum, Presiden
dibantu oleh sebuah Dewan Pertimbangan Kepariwisataan Nasional.
b.
Keputusan Presiden No.15 tahun 1983
1.
Pemberian fasilitas bebas visa bagi wisatawan mancanegara
2.
Penambahan pintu-pintu masuk udara dan laut.
3.
Pemberian keringanan kepada usaha-usaha
pariwisata.
4.
Pemberian kemudahan pelayanan kepada wisatawan.
c.
Keputusan Presiden No.60 tahun 1992 tentang
Dekade kunjungan wisata dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2000.
d.
Instruksi Presiden
e.
Keputusan Menteri dan Dirjen
Jumat, 07 Agustus 2015
PENGERTIAN DAN SEJARAH PARIWISATA
SEJARAH
PARIWISATA
1.
Pengertian
Pariwisata
Menurut definisi yang luas pariwisata adalah perjalanan
dari satu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan
maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan
dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.
Suatu perjalanan
dianggap sebagai perjalanan wisata bila memenuhi empat persyaratan yang diperlukan, yaitu :
a.
Harus bersifat sementara
b.
Harus bersifat sukarela
(voluntary) dalam arti tidak terjadi karena dipaksa.
c.
Tidak bekerja yang sifatnya
menghasilkan upah ataupun bayaran.
d.
Tujuan
perjalanan itu dilakukan untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata
Sedangkan
pegertian yang tercantum dalam UU No.9 tahun 1990 pasal 1 antara lain
1.
Pariwisata adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan wisata termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata
serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.
2.
Kepariwisataan
adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata .
Artinya smua kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan perencanaan,
pengaturan,pelaksanaan, pengawasan pariwisata, baik yang dilakukan pemerintah,
pihak swasta dan masyarakat disebut kepariwisataan.
Adapun defenisi lain tentang kepariwisataan juga tercantum dalam UU
Republik Indonesia No.10 tahun 2009 yakni :
1.
Wisata
adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang
dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi,
atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu
sementara
2.
Wisatawan
adalah orang yang melakukan kegiatan wisata
3.
Pariwisata
adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta
layanab yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah
daerah
4.
Kepariwisataan
adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multi
dimensi serta multi disiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang
dan negara serta interaksi antara wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah dan
pengusaha
5.
Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang
memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayan
alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan
kunjungan wisatawan
6.
Daerah tujuan
pariwisata yang selanjutnyadisebut destinasi pariwisata adalah kawasan
geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrative yang
didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata,
aksesbilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi tewujudnya
kepariwisataan.
7.
Usaha
pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan atau jasa bagi
pemenuhankebutuhan wisatawan dan penyelengaraaan pariwisata
8.
Pengusaha
pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha
pariwisata
9.
Industri
Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka
menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam rangka penyelenggaraan
pariwisata
10.
Kawasan
strategis pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk
pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih
aspek , seperti pertumbuhan ekonomi, social dan budaya, daya dukung lingkungan
hidup serta pertahanan dan keamanan
11.
Kompetensi
adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dimiliki ,
dihayati, dan dikuasai oleh pekerja pariwisata untuk mengembangkan
profesionalitas kerja
12.
Sertifikasi
adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha dan pekerja pariwisatauntuk
mendukung peningkatan mutu produk pariwisata, pelayanan, dan pengelolaan
kepariwisataan
13.
Pemerintah
pusat selanjutnya disebut pemerintah adalah presiden Republik Indonesia yang
memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud
undang-undang negara Republik Indonesia tahun1945
14.
Pemerintah
daerah adalah Gubernur, Bupati, Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan daerah
15.
Menteri
adalah manteri yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang pemerintahan
16.
Kawasan
Pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang dibangun dan disediakan
untuk memenuhi kebutuhan pariwisata
17.
Menteri
adalah menteri yang bertanggungjawab dibidang kepariwisataan
defenisi lain tentang pariwisata yang dikemukakan oleh para ahli
antara lain :
a.
Menurut
Robert Mc.Intosh bersama Shaskinant Gupta dalam buku Oka A. Yoeti pariwisata
adalah gabungan gejala hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, bisinis,
pemerintah tuan rumah serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan serta para pengunjung lainnya.
b.
Menurut James J. Spillane pariwisata adalah
kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari
kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga,
menunaikan tugas, berziarah. Dan lain sebagainya.
C
Menurut Salah Wahab pariwisata adalah salah satu
jenis industry baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan
lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sector-sektor
produktif lainnya. Selanjutnya, sebagi sector yang kompleks pariwisata juga
merealisasi industry-industri klasik
seperti industry kerajinan tangan dan cinderamata, penginapan dan
transportasi.
d.
Menurut H. Kodhyat, paiwisata adalah perjalanan
dari satu tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan
maupun kelompok sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan
kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi social, budaya, alam dan
ilmu
e. Menurut
Oka A. Yoeti pariwisata berasal dari dua kata yakni pari dan wisata. Pari dapat
diartikan sebagai banyak, berkali-kali, berputar-putar atau lengkap, sedangkan
wisata berarti perjalanan atau bepergian yang dalam hal ini sinonim dengan kata
“Travel”, dalam bahasa Inggris. Atas dasar itu pariwisata diartikan sebagai
perjalanan atau bepergian yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari
satu tempat ke tempat yang lain yang dalam bahasa Inggris di sebut Tour.
Dalam kesimpulannya
pariwisata adalah keseluruhan fenomena (gejala) dan hubungan
hubungan yang
ditimbulkan oleh perjalanan dan persinggahan manusia di luar tempat
tinggalnya.
Dengan maksud bukan untuk tinggal menetap dan tidak berkaitan dengan
pekerjaan-
pekerjaan yang menghasilkan upah.
(dari berbagai Sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)



