Kamis, 21 Mei 2015

Mengelola Sumber Daya Manusia

Mengelola sumber daya manusia (sdm) adalah salah satu aktifitas penting dalam sebuah usaha.Sebagus apapun sebuah organisasi, tidak menjamin keberhasilan jika penangan sdm-nya tidak tdk dikelola dengan baik. Pengelolaan sdm bertumpu pada penenmpatan dan pengorganisasian tenaga kerja yang dimiliki.Hal ini tentu saja berkaitan dengan beberapa faktor antara lain motivasi kerja, keterampilan kerja,loyalitas,tanggung jawab,dls. Dalam memperoleh karyawan yg berkualitas dibutuhkan perencanaan yang matang dan manajemwn sumber daya manusia yang baik. Hal2 yang berkaitan dg manajemen sdm antara lain : a. Proses manajemen sumber daya manusia terdiri dari perencanaan sdm, analisi pekerjaan rekruitment, seleksi, penempatan karyawan, pelatihan, pengembangan,penilaian prestasi kerja, penjenajangan karir (promosi,rotasi,demosi, dan pemutusan hubungan kerja) b. Tata usaha/administrasi usaha c. Kesejagteraan karyawan (gaji,tunjangan,bonus,cuti,jaminan kesehatan, dan tunjangan pengobatan,rekreasi,dls) d. Jaminan terhadat keselamatan dan kesehatan kerja Perencanaan sumberdaya manusia Dalam perencanaan ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain membuat perkiraan jumlah karyawan yang akan direkrut, perkiraan pekerjaan yang harus disediakan,dan perkiraan kebutuhan alokasi waktu. Ada 2 faktor yang harus diperhatikan dlm perencanaan sumber daya manusia yakni : 1. Faktor internal antara lain: kebutuhan akan karyawan baru untuk saat ini maupun di masa yang akan datang, struktur organisasi,departemen yang ada, progrm perluasan departen,serta rencana pengurangan karyawan. 2. Faktor eksternal : hukum ketenagakerjaan, pasar tenaga kerja serta kualitas tenaga kerja.

 Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan adalah suatu proses mempelajari komponen-komponen pekerjaan terpisah maupun dalam hubungannya secara keseluruhan untuk menentukan tugas2 pekerjaan.
 Antara lain dapat dikatakan bahwa analisis pekerjaan berhubungan dengan fakta2 tentang pekerjaann dan bagaimana syarat untuk mengerjakan pekerjaan dengan baik.
Adapun analisis pekerjaan tersebut dapat mengambil data dengan cara sebagai berikut :
a. Wawancara dan observasi : melakukan pengajuan pertanyaan tentang pekerjaan dan mempelajari jenis pekerjaan langsung kepada pegawai
b. Konferensi : hal ini dilakukan dengan mengundang pegawai mengikuti konferensi dan meminta secara lisanuntuk menggambarkan pekerjaanya c. Daftar pertanyaan : formulir si kirim kepada pegawai yang bersangkutan untukmengisi informasi pekerjaannya.

 Analisis Jabatan
Untuk menyeleksi pegawai yang memenuhi persyaratan,terlebih dahulu harus mengetahui data lengkap mengenai jabatan yang akan diisinyadiisinya.
Untuk menetapkan kualifikasi pegawai diperlukan data sebagai berikut :
a. Apa yang harus dikerjakan
b. Bagaimana wewenang dan tanggungjawabnya
c. Bagaimana kondisi pekerjaannya
d. Alat-alat apa yang diperlukan dalam menyelesaikan pekerjaan
e. Bagaimana latar belakang pendidikan dan latihannya
f.  Berapa besarnya upah atau gaji
g. Berapa lama jam kerja dan promosinya

Fungsi analisis Jabatan adalah sebagai berikut :
a. Memberikan gambaran umum tentang unsur jabatan seorang pegawai
b. Mencatat syarat 2 perorangan yang penting untuk masing-masing jabatan
c Mencatat tanggung jawab orang yang memegang jabatan
Mencatat beberapa kondisi kerjakerja yang bersangkutan.

Keterangan tipe2 pegawai yang cocok untuk memangku suatu jabatan-jabatan didasarkan pada data sebagai berikut :
a. Jenis kelamin pegawai
b. Keadaan fisik pegawai
c. Emosi pegawi
d. Mental pegawai
f.  Syarat-syarat pendidikan
g. Tempramen pegawai
h. Minat pegawai

Perekruta /Rekruitmen karyawan
Rekruitmen adalah proses mencari adalah proses mencari calon atau kandidat yang



ORGANISASI KEPARIWISATAAN

Pengertian Organisasi kepariwisataan
Organisasi adalah wadah bagi sekumpulan orang yang memiliki visi misi yang sama lalu bekerjasama untuk mencapai tujuan. Salah satu jenis organisasi adalah organisasi kepariwisataan. Organisasi kepariwisataan adalah perhimpunan badan usaha atau perorangan yang bergerak dalam industri Pariwisata yang bertujuan untuk menyatukan visi dan misi dan kegiatan untuk kemajuan organisasi dan usaha dalam lingkup Internasinal.regional dan nasional.
Agar berhasil, para penggiat kepariwisataan harus bisa mengenal jenjang-jenjang keorganisasian dalam kepariwisataan. Sistem pariwisata beroperasi dalam tiga tingkat yakni : Internasional, regional dan nasional.

Orgaisasi Pariwisata Internasional
  1. World Tourism Organization
 Istilah UNWTO (United Nation World Tourism Organizatin) baru digunakan pada tahun 2003 untuk membedakannya dengan WTO (Worlt trade Organization). Sejarah kelahiran UNWTO sendiri bermula pada tahun 1925. Yakni dengan dibentuknya International Congress of Official Touristtraffic Asspciation (ICOTT) di Belanda. Pada tahun 1934 ICOTT berubah nama menjadi IUOTPO (International union of Official Tourist Publicity Organization.

Jumat, 08 Mei 2015

Teknik Mewarnai Desain Busana Secara Kering

Dalam mewarnai gambar busana dapat dilakukan berbagai cara. Tergantung kepada alat dan bahan yang kita gunakan. Jika dalam penyelesaian gambar yang kita gunakan memakai bantuan air, maka teknik   penyelesaiannya disebut teknik basah, sedangkan jika kita mewarnai gambar tanpa menggunakan bahan yang memiliki cairan, maka di sebut teknik penyelesaian gambar secara kering.
Untuk materi ini kita akan menggunakan teknik penyelesaian gambar secara kering. Adapun alat-alat yang kita gunakan akan lebih banyak menggunakan pensil biasa, pensil warna,pastel,krayon,konte, spidol dan sebagainya.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pewarnaan desain busana, yakni :

1. Tekstur kain adalah sifat permukaan kain pada saat disentuh, apakah dia kasar, halus, tipis, tebal,kasar, licin. Dalam Mewarnai disain busana, hal ini harus menjadi perhatian, karena pada sketsa disain hal ini harus nampak. Bahan yang tebal tentu memiliki teknik pewarnaan yang berbeda dengan bahan yang tipis. Begitu pula bahan yang kasar berbeda teknik pewarnaannya berbeda dengan bahan yang halus.

Contoh tekstur kain yang tebal dan kasar

2.  Motif kain
     Motif kain adalah hiasan yang nampak diatas permukaan kain, yang sifatnya menghiasi kain tersebut. Misalnya gambar bunga, binatang, benda-benda geometris, kotak, polkadot,  benda abstrak dan lain sebagainya. Dalam membuat motif pada sketsa disain perlu diperhatikan besar kecilnya motif pada sketsa. Bentuk garis dan kotak pada sketsa tidak mesti lurus seperti menggunakan penggaris, tetap dibuat terputus-putus, terlebih jika motif kotaknya melewati bagian tubuh yang memiliki lekukan.
Motif daun abstrak pada kain


3. Lekuk Tubuh
    Dalam membuat sketsa busana perlu diperhatikan bagian tubuh yang menonjol dan cekung. Misalnya pada bagian dada sebagai bagian yang menonjol diberi pewarnaan yang lebih terang, sedangkan pada bagian lekukan yang cekung diberi warna lebih gelap. Sedangkan pada bagian yang datar atau rata diberi warna yang sebenarnya


4. Jatuhnya Busana
     Pada dasarnya jatuhnya busana pada tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni busana yang  jatuhnya lembut pada tubuh (melangsai) atau busana yang terlihat kaku pada tubuh. Hal ini tergantung pada bahan utama yang digunakan. Jika bahannya lembut maka jatuhnya busana pada sketsa akan terlihat ada lekukan-lekukan atau gelombang. Di sini gradasi warna akan lebih banyak digunakan. Sedangkan pada sketsa busana yang menggunakan bahan yang kaku maka lekukan atau gelombang pada busana tidak akan terlalu banyak nampak.
Busana menggunakan bahan lembut dan melangsai

 5. Cahaya
     Jika kita cermat memperhatikan jika seseorang dalam berbusana, akan nampak bagian-bagian yang kelihatan lebih terang dan bagian lain terlihat lebih gelap. Hal ini dipengaruhi oleh efek cahaya yang menimpa tubuh. Demikian pula halnya dalam pembuatan sketsa busana, pewarnaannya harus memperhatikan efek cahaya tersebut. Pada bagian yang diperkirakan tertimpa cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang tidak tertimpa cahaya diberi warna lebih gelap.



Langkah-Langkah Mewarnai Sketsa Busana

    Teknik dalam mewarnai busana dilakukan sesuai dengan kondisi yang akan diinginkan oleh seorang desainer. Secara umum ada 11 teknik mewarnai yang dapat dilakukan pada sebuah sketsa disain  busana, yaitu :
  1. Teknik Penyelesaian bahan Tebal
  2. Teknik penyelesaian bahan berkilau
  3. Teknik penyelesaian bahan tembus pandang
  4. Teknik penyelesaian bahan berbulu
  5. Teknik Penyelesaian bahan berkotak
  6. Teknik Penyelesaian bahan bermotif
  7. Teknik Penyelesaian bahan bergaris
  8. Teknik Penyelesaian bahan brokat
  9. Teknik Penyelesaian bahan quilting
  10. Teknik Penyelesaian bahan berpayet
  11. Teknik Penyelesaian bahan rajutan
Sebelum sketsa diwarnai, sebelumnya dilakukan penyempurnaan dalam sketsa tersebut agar proses pewarnaan berjalan dengan lancar.
Adapun langkah-langkah dalam melakukan pewarnaan sketsa disain busana antara lain menurut :
1. Teknik Mewarnai Bahan Tebal :
     a. Pertegas garis-garis pada sketsa yang memang membutuhkan hal demikian.
     b. Dahulukan mewarnai bagian kulit dan kepala.
    c. lalu warnai busana dan pelengkapnya, mulai dari bagian gelap pada bagian cekung, terlipat dan bagian yang tidak terkena cahaya
   d. Dalam memberikan warna awali dengan garis-garis tipis kemudian lakukan  pengulangan pada setiap coretan agar kesan tebal  dapat muncul
    e. Gambarlah bagian tertentu dengan pena untuk lebih memperjelas detail busana

Dokumen Pribadi



2. Teknik mewarnai sketsa busana dari bahan berkilau
    a. Pertegas garis-garis sketsa yang memang membutuhkan hal demikian
    b. Bagian kulit dan wajah diwarnai terlebih dahulu
    c. Lakukan mewarnai busana dengan warna yang tipis. Pensil warna jangan ditekan saat digunakan
    d.Bagian cekung diwarnai lebih gelap, bagian menonjol diberi warna lebih terang
    e. Pada bagian tertentu dapat dipertegas dengan pena.

Dokumen Pribadi


3. Teknik Mewarnai bahan tembus pandang
     a. Pertegas garis-garis sketsa yang memang membutuhkan hal demikian
     b. Warnailah bagian wajah dan kulit terlebih dahulu
     c. warnai sketsa sesuai warna yang diinginkan dengan cara memberi warna lebih gelap pada daerah
         yang cekung dan bergelombang dan warna lebih muda pada daerah yang menonjol dan terkena
         cahaya
     d. warnai busana bagian luar  tipis-tipis saja dan berikan gradasi warna
     e. Ratakan garis warna arsiran
     f. lanjutkan dengan melengkapi warna pada aksessories jika ada
     g. Pertegas garis dengan pena jika memang diperlukan

Dokumen pribadi


4. Teknik Penyelesaian Bahan Berbulu
     a. Pertegas garis-garis sketsa yang membutuhkan hal demikian
     b. Bagian busana yang berbulu dibuatkan garis bergerigi pada tepi sepanjang  bagian yang       dibutuhkan
     c. Warnailah kulit kepala dengan gradasi dari tegas ke ringan
     d. Lanjutkan mewarnai bagian-bagian lain sesuai yang telah direncanakan sebelumnya. Perhatikan efek pencahayaan dan permukaan badan yang cekung dan menonjol serta rata.
     f.  Beri warna pada bagian berbulu. Pada bagian yang terkena cahaya dibuat lebih muda sementara pada bagian yang tidak terkena cahaya dibuat lebih gelap. Buat garis efek bulu pada beberapa bagian.
     g.  Warnai aksesoris lalu lanjutkan dengan penyempurnaan warna pada bagian yang dianggap perlu

Dokumen Pribadi


5. Teknik Mewarnai Bahan Berkotak/bergaris
     a. Tentukan garis dengan memperlihatkan lekuk dan lipatan busana
     b. Garis atau kotak yang terletak pada lekukan atau tonjolan dapat di buat tidk utuh
     c.  Pertegas garis rancangan yang diinginkan
     d.  Warnai kulit dan kepala dengan teknik gradasi warna
     e. Warnai garis atau kotak di atas proporsi
   f. Warnai busana sesuai keinginan dengan memperhatiakn bagian yang terkena cahaya, lekukan, tonjolan dan yang datar
     g. Pertegas garis atau kotak, lalu arsir samar-samar bagian diluar garis/kotak
     h. Warnai aksesoris dan lakukan penyempurnaan pada bagian yang perlu.


Jumat, 10 April 2015

Panen Buah Pepaya

Akhirnya.... Setelah nyaris setahun menunggu (aku menanam pepaya ini di bulan mei 2014), pepayaku telah berbuah agak banyak, dan telah ada satu dua buah yang mulai berubah warna. Jika tadinya berwarna hijau tua, mulai ada warna kuning samar. Artinya pepaya tidak akan lama lagi kupanen. Rasanya senang sekali😀😀...
Karena tak sabar kuambil juga satu buah yang paling banyak warna kuningnya. Suamiku tertawa melihatku. " kamu nampaknya tidak sabaran honey," katanya sambil menepuk-nepuk bahuku. "Pepaya itu masih butuh 2 atau 3 hari lagi baru bagus matangnya," sahutnya lagi. Yah mungkin memang masih butuh waktu.Tapi rasa gembira terlalu menguasai perasaanku.
 Dengan Bismillah kupetik buah pepayaku tanpa ragu lagi. Uih..lumayan besar dan berat juga.Jika mau membeli di pasar buah sebesar ini kita mesti mengeluarkan kocek sebesar Rp.25ribu rupiah. Lumayan bisa mengurangi pengeluaran...hehehe. Keuntungan lainnya, tanaman pepayaku tdk pernah kusemprot anti hama atau zat2 kimia lainnya.
Dia tumbuh alami dan hanya kupupuk dengan pupuk kandang. Seperti inilah penampakannya bulan lalu..
Dan sore tadi saya telah memetik yang matangnya...Alhmdulillah...

Rabu, 25 Maret 2015

Brownies Panggang Keju

Sebenarnya resep brownies ini mulanya saya temukan dari guntingan resep tabloid Nova. Saya lupa edisi kapan. Tapi pastinya pertama kali saya bikin tahun 1996...sudah lama banget ya...Waktu itu saya lagi panas2nya belajar bikin kue.Karena memang saya, entah kenapa sangat tertarik dengan dunia masak memasak.
Setiap habis mencicipi makanan enak di tempat lain saya pasti cari tau namanya. Lalu hunting sendiri cari resepnya. Hunting resep jaman itu jauh lebih sulit dibanding sekarang..sekarang bisa menggunakan Hp atau komputer dan gadget lainnya tinggal buka google..
Saya waktu itu bela-belain berlangganan majalah dan tabloid wanita, dan sesekali ke toko buku untuk cari resep2 yang saya ingin coba. Nah kebetulan sekali waktu itu adik bungsuku dan teman2 SMA-nya lagi berkunjung ke rumah kami,kusajikan saja Brownies yang baru saja diuji coba.
Saya mencicipnya sedikit.Tapi lidahku sepertinya tidak suka hasilnya.Karena tidak mungkin bikin kue lain padahal tamunya sudah duduk manis di teras depan, tetap juga kusajikan sambil deg2an kuatir kuenya tdk laris manis.
Hasilnya...kuenya ludes...tapi dalam hati saya tidak bisa berbangga.Mungkin kue itu ludes karena tidak ada pilihan lain., Dan saya tidak berminat untuk melanjutkan lagi mengulang latihan bikin brownies...
Tapi hal itu tidak berlangsung lama...karena belum lagi dalam hitungan bulan teman2 adekku akan kembali ke rumah kami.Kali ini mereka akan berlatih soal2 dalam lomba MIPA..Adikku ketua kelompoknya. Lalu apa hubungannya dengan brownies??? Yah keajaiban terjadi. Mereka nitip supaya dibikinkan kue coklat seperti yang dibuatkan beberapa waktu lalu..
Demikianlah sejarah Brownies ku yang setelahnya menjadi pavorit tamu tetap keluarga kami..dan seiring waktu resep asli Brownies ku-pun mengalami perubahan untuk mencari rasa yang pas.
 Dan kini penyuka Brownies ku bertambah setelah aku berumahtangga, yakni putraku dan suami tercinta... Adapun resep patennya ingin saya bagikan dengan teman2 semua...semoga bisa merasakan kelezatannya seperti yang dirasakan oleh kerabat dan sahabat keluarga kami...

 Bahan :

125 gram margarin
125 gram coklat batang (misalnya colatta)
5 butir telur
150 gram gula pasir
80 gram tepung terigu (segitiga biru)
20 gram coklat bubuk
20 gram susu bubuk ( saya gunakan ovaltin sachet/kadang Milo sachet) 25 gram kenari, cincang kasar
25 gram keju parut

Foto : dokumen pribadi

Cara membuat :

 1. Potong2 cokelat batang lalu tim bersama margarin diatas api kecil sambil diaduk-aduk sampai coklat meleleh bersama margarin. Sisihkan agar dingin.
2. Ayak terigu, cokelat dan susu bubuk.Sisihkan
 3. Kocok gula dan telur sampai mengembang dan sangat kental ( bisa dites dengan cara angkat pengocok, jika adonan tdk langsung menetes artinya kocokan sudah bagus)
4. Masukkan terigu ayak kedalam kocokan telur sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.
5. Masukkan sedikit demi sedikit coklat tim samil diaduk perlahan hingga rata.
6. Tuangkan adonan kedalam cetakan 22 x 22 x 6 cm
7. Taburi dengan kenari cincang dan parutan keju.
8. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sampai kue matang.

Foto : Dokumen pribadi

Demikian resep ini, semoga bermanfaat...selamat membuat☺☺

Sabtu, 14 Maret 2015

Bau Peapi Mandar

Bau Peapi

 Bau peapi adalah ikan yang dimasak dengan aneka bumbu yang menghasilkan cita rasa unik dan khas. Jika di daerah Manado dan Gorontalo punya ikan masak yang cita rasanya sudah menggugah hampir seluruh lidah sulawesi dan sebagian nusantara dengan ikan Woku Blanga-nya, maka di tanah Mandar juga punya ikan rebus andalanyakni  Bau Peapi yang mendulang populer di wilayah Sulawesi.
Bau Peapi Mandar ini keunikan bumbunya terletak pada asam mangga kering yang menjadi penunjang cita rasa khas yang berbeda dari daerah lain.Ditambah dengan lumuran Minyak kelapa asli menghasilkan ciri khas tersendiri yang konon Asam dan minyak kelapa asli Mandar yang wangi yang mana jenis ini hanya ada di Tanah Mandar.
 Wallahu'alam di daerah lain kalo ada. Karena sepanjang penulis menetap dan berwisata ke beberapa daerah diluar tanah Mandar (pernah menetap beberapa tahun di Makassar, Bontang, dan sesekali berkunjung ke Bogor, Surabaya, dan Jakarta) saya tidak pernah menemukan bahan makanan jenis bumbu ini.

Gambar Asam Mangga khas Mandar (Dokumen Pribadi)
Bau Peapi Mandar ini biasanya disandingkan dengan makanan pokok khas Mandar yang terbuat dari bahan singkong parut yang di kenal dengan nama Jepa...Makanan jenis ini terbuat dari parutan ubi kayu yang dipanggang di atas wajan . Pada jaman dulu menjadi hidangan wajib yang ada dalam daftar menu masyarakat Mandar. Tapi pada masa kini meskipun jepa dan Bau peapi bukanlah daftar menu wajib, bukan berart bau pepai menghilang dari khasana kuliner Mandar.Bau pepapi tetaplah menjadi andalan pelengkap hidangan sehari- hari orang Mandar.
Inilah resep Bau Peapi khas Mandar yang pernah diajarkan Ibu saya...
Bau Peapi
 Bahan
 7 ekor ikan Peda atau Banjar yang sedang besarnya (Bulalia dlm bahasa Mandar). Segenggam Asam  Mangga Mandar
 6 butir bawang merah iris halus
 6 butir cabe rawit atau sesuai selera
10 butir merica
 1 biji lombok merah
 1 sdt garam 250 cc air putih
1/2 sdt kunyit bubuk
 3 sdm minyak kelapa harum  (lebih bagus jika minyak asli khas Mandar)

Ikan Bau Pepapi yang sudah siap disantap (dok.Pribadi)
Cara membuat
 1. Bersihkan ikan sampai tdk air cuciannya putih jernih. Karena ini akan mempengaruhi cita rasanya. Kerat kedua sisinya. Sisihkan.
 2. Cuci asam mangga. Campur dengan bawang merah iris, lalu  remas2 keduanya dengan bantuan sedikit air sampai lemas dan setengah hancur.sisihkan.
 3. Haluskan Cabe merah dan merica.
 4. Campur asam mangga tadi dengan cabe merah tumbuk.
 5. Masukkan ke dalam wajan (di daerah mandar kami biasa menggunakan wajan khusus yang terbuat dari tanah liat namanya Balenga Lita')
4. Masukkan air, cabe rawit iris,aduk sampai bumbu rata, lalu taburi kunyit.Aduk rata lagi.
5. Masukkan minyak, aduk rata.
6. Masukkan ikan, sambil bumbu diratakan. Perhatikan :
Cairan sebaiknya menutupi seluruh permukaan ikan. Cicipi rasa garamnya.
 7. Masak dalam api sedang sampai ikan matang dan airnya tinggal sedikit. Hidangkan panas2 bersama nasi putih atau Jepa...
Silahkan dicoba ....
Selamat menikmati....


Bau Tappi Ikan Bakar Khas Mandar

Bau Tappi (cara 2)

 Beberapa waktu lalu, saya membagikan resep warisan turun temurun dalam keluarga Mandar, yakni ikan bakar bumbu Tappi yang saya namakan Ikan bakar bumbu Tappi cara satu.
Kali ini saya akan berbagi resep kembali dengan ikan bakar bumbu Tappi cara dua. Pada dasarnya bumbu dan takarannya sama. Hanya pada proses akhirnya berbeda.
 Jika cara pertama tempo hari ikannya dibakar sambil diolesi dengan cairan bumbu lalu dilakukan berulang ulang sambil diolesi bumbu dan diasapi dengan arang atau sabut kelapa, kali ini dilakukan dengan cara berbeda.
Barangkali ada diantara teman yang belum mengikuti cara pertama kemarin, akan tetap sy lampirkan resepnya di sini.


Bahan
2 ekor ikan kakap/bawal/baronang berukuran sedang bersihkan, kerat sisinya, lumuri garam dan jeruk nipis, sisihkan.
 3 buah lombok besar, buang bijinya
1 sdt merica
 3 batang serai diiris halus bagian putihnya saja
 6 siung bawang merah boleh tamba bawang putih
 2 siung jika suka
3 butir kemiri
 Garam secukupnya
 1/2 sdt Bubuk kunyit
 1 butir jeruk nipis

 Cara membuat

1. Haluskan semua bumbu macam lombok besar, serai, merica, bawang merah,kemiri.
2. Masukkan garam, perasan  buah jeruk nipis dan 2 sendok minyak kelapa.
 3. Masukkan kunyit, aduk rata
 4. Bakar ikan di atas bara api sampai matang, sisihkan.
5. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai harum.
 6. Masukkan ikan sambil dibolak balik agar bumbu terserap ke dalam ikan.
 7. Setalah bumbu matang angkat dari api.
 8. Hidangkan ikan ditemani nasi hangat dan sayur lodeh.