Rabu, 04 Agustus 2021

 PERAKITAN PRODUK

Perakitan adalah suatu proses penyusunan dan penyatuan beberapa bagian komponen menjadi suatu alat atau mesin yang mempunyai fungsi tertentu. Pekerjaan perakitan dimulai bila obyek sudah siap untuk dipasang dan berakhir bila obyek tersebut telah bergabung secara sempurna. Perakitan juga dapat diartikan penggabungan antara bagian yang satu terhadap bagian yang lain atau pasangannya.

Pada prinsipnya perakitan dalam proses manufaktur terdiri dari pasangan semua bagian-bagian komponen menjadi suatu produk, proses pengencangan, proses inspeksi dan pengujian fungsional, pemberian nama atau label, pemisahan hasil perakitan yang baik dan hasil perakitan yang buruk, serta pengepakan dan penyiapan untuk pemakaian akhir.

Pada industri busana sangat jarang ada kegiatan perakitan produk. Karena umumnya industri busana produknya langsung menyatu dalam sebuah produk dan tidak terpisah-pisah.

Perakitan merupakan proses khusus bila dibandingkan dengan proses manufaktur lainnya, misalnya proses permesinan ( frais, bubut, bor, dan gerinda ) dan pengelasan yang sebagian pelaksanaannya hanya meliputi satu proses saja. Sementara dalam perakitan bisa meliputi berbagai proses manufaktur.

B. Metode perakitan.

Dalam produksi massal, proses perakitan dapat dilakukan dengan cara otomatis, misalnya proses pengikatan, pengelingan, pengelasan, penyekrupan, dan lain-lain dalam urutan rangkaian proses produksi. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan hasil pada setiap produk dengan bentuk yang standar.

1. Metode perakitan ditinjau dari proses penyambungan komponen

a. Metode Cascade

Metode Cascade adalah metode perakitan antara komponen dengan langkah yang berurutan. Pada prinsipnya metode ini banyak digunakan untuk sistem pengabungan antara komponen dengan menggunakan rivet atau paku keling. Dalam proses pengabungan atau penyambungan antara komponen dari bahan pelat-pelat tipis. Metode Cascade ini banyak digunakan untuk perakitan dengan menggunakan sistem sambungan riveting atau keling. Proses riveting ini dengan menggunakan alat sederhana yakni perangkat penembak paku. Alat ini menjepit paku yang sudah dimasukkan dalam lobang hasil pengeboran pelat yang akan disambung. Selanjutnya alat ini ditekan secara bertahap sampai batang paku putus.

b. Metode Keseimbangan

Metode keseimbangan dalam perakitan merupakan proses penyambungan komponen-komponen dengan menggunakan spot welding. Penggunaan perakitan dengan las spot ini sangat banyak digunakan untuk penyambungan pelat-pelat tipis. Aplikasi proses penyambungan dengan spot welding ini digunakan di industri mobil dan kereta api, juga industri pesawat terbang yang menggunakan bodinya dari bahan pelat-pelat tipis. Keseimbangan yang dimaksukan dalam proses ini adalah posisi sambungan dibeberapa titik harus dilakukan secara seimbang.

c. Metode Bongkar Pasang (Knock down)

Metode bongkar pasang atau istilah yang lebih populernya adalah knock down merupakan metode yang banyak digunakan untuk perakitan.

Metode bongkar pasang ini bertujuan diantaranya :

o Memudahkan dalam mobilitas atau transfortasi.

o Memudahkan untuk proses perawatan atau penggantian komponen bagian dalam.

o Memudahkan dalam operasional pekerjaan.

o Konstruksi menjadi lebih sederhana

Penggunaan lebar bahan dan jenis dapat dengan mudah diterapkan dalam perakitan.

Proses perakitan dengan metode knock down ini umumnya menggunakan sambungan baut dan mur ataupun screw. Perakitan dengan metode ini harus dilakukan secara teliti, terutama dalam hal pengeboran lobang-lobang yang akan dirakit. Pengeboran lobang-lobang ini biasanya dilakukan dengan memberi posisi dasar pemasangan. Lobang yang tidak tetap lebih besar dari lobang yang tetap.

2. Metode perakitan ditinjau dari sifat komponen yang dirakit

a. Metode perakitan yang dapat ditukar tukar.

Pada metode ini, bagian-bagian yang akan dirakit dapat ditukarkan satu sama lain ( interchangeable ), karena bagian tersebut dibuat oleh suatu pabrik secara massal dan sudah distandarkan baik menurut ISO, DIN, JIS, dan lain sebagainya. Keuntungan bila kita menggunakan bagian atau komponen yang telah distandarkan adalah waktu perakitan komponen yang lebih cepat dan dalam penggantian komponen yang rusak dapat diganti dengan komponen yang sejenis yang ada di pasaran. Akan tetapi tetap mempunyai kerugian yaitu kita harus membeli komponen tersebut dengan harga yang relatif lebih mahal.

b. Perakitan dengan pemilihan.

Pada metode perakitan dengan metode pemilihan, komponen-komponennya juga dihasilkan dengan produksi massal yang pengukuran-pengukurannya tersendiri menurut batasan-batasan ukuran.


Contoh gambar perakitan komponen-komponen pada pabrik industri
 Mobil Wuling



c. Perakitan secara individual.

Perakitan secara individual dalam pengerjaannya tidak dapat kita pisahkan antara pasangan satu dengan pasangannya. karena dalam pengerjaannya harus berurutan tergantung bagian yang sebelumnya. Salah satu komponen yang berpasangan tersebut kita selesaikan terlebih dahulu, kemudian pasangan lainnya menyusul dengan ukuran patokan yang diambil dari komponen yang pertama.


 DESAIN BUSANA RUMAH

Busana Rumah adalah busana yang digunakan saat dirumah, baik saat melakukan aktifitas rutin harian maupun sedang bersantai, seperti misalnya, memasak, mencuci, berkumpul bersama keluarga, berkebun maupun beristurahat, baik pada waktu siang, sore, maupun malam.

Busana rumah sebaiknya dibuat lebih simpel dan sederhana, serta mengutamakan kenyamanan. Jadi tidak banyak detail, memudahkan dalam mengerjakan segala sesuatunya serta dan sedapat  mungkin menyerap keringat.

Jenis-Jenis aktifitas di rumah dan jenis busana yang disarankan :

1. Menerima tamu : dress atau gaun sederhana dan simpel serta sopan dan lebih tertutup

2. Memasak : dress sederhana yang dilengkapi dengan celemek

3. Berkebun : celana pendek/panjang dan kaos oblong dgn aksesoris sarung tangan dan topi

4. Bersantai bersama keluarga : baju santai dan sederhana

5. Istirahat : Daster, Piyama, Baby doll, dls

Beberapa contoh busana rumah yang simple dan sederhana


Gambar 1

Contoh gambar desain busana rumah yang cocok buat bersantai bersama keluarga





Gambar.2
Contoh gambar desain busana rumah yang bisa dikenakan saat menerima tamu

 Intinya busana rumah memang di buat dengan desain sederhana dan tidak banyak detail. Warna yang dipilih juga bukan warna yang mencolok. Karena jika orang tinggal di rumah memang cenderung ingin simpel, sederhana dan tidak merepotkan pemakaiannya.



Rabu, 22 Juli 2020

BUSANA ANAK

Membuat Desain Busana anak dengan Konsep Kolase
           
            Pengertian Kolase
Sebelum lebih jauh kita membahas tentang busana anak, alangkah baiknya kita pahami apa itu Kolase. Sehingga membuat desain busana dengan menggunakan konsep kolase dapat lebih mudah kita pahami.
Konsep kolase sebenarnya adalah salah satu konsep dalam dunia seni, yaitu komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan.

Pengertian Busana anak
Busana anak dalam hal ini adalah busana yang dikenakan oleh anak yang berusia 1 tahun sampai 12 tahun.
Dalam membuat desain busana untuk anak ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain :
1. Usia
2. Kesempatan

Deskripsi

Model busana anak yang dipilih dan dibuat harus disesuaikan dengan usia dan kesempatan. Pada umumnya setiap orang baik itu orang dewasa maupun anak yang berusia 1–12 tahun memerlukan busana untuk lima macam kesempatan.
Untuk memudahkan memilih desain busana anak sesuai usia dapat dibagi menjadi 4 kelompok tingkatan usia yaitu:
1.    Umur 1 tahun sampai dengan 3 tahun
2.    Umur 4 tahun sampai dengan 6 tahun
3.    Umur 7 tahun sampai dengan 9 tahun
4.    Umur 10 tahun sampai dengan 12 tahun
Adapun 5 macam busana anak yang diperlukan sesuai dengan kesempatan antara lain:
1.    Busana bermain/rumah
2.    Busana sekolah
3.    Busana olah raga/rekreasi
4.    Busana tidur
5.    Busana pesta
Sesuai perkembangan mode pakaian anak dapat divariasi dengan garis hias, corak bahan, tekstur bahan dan hiasan bebe seperti lajur: lajur kerut, renda, sulaman dsb.
Faktor-faktor penting yang membedakan busana dengan berbagai kesempatan dapat dilihat dari pemilihan desain, bahan, penyelesaian dan hiasan.



Dasar-dasar model Busana Anak
Busana anak memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan orang dewasa. Dari pemilihan model desain kita langsung dapat mengenali itu busana anak atau bukan karena karakteristik modelnya tersebut. Ada lima model dasar busana anak yang dipakai secara umum dalam membuat desain model busana anak, yakni :

1.    Basque adalah model pakaian yang mempunyai badan pas dan rok kerut-kerut.
2.    Model basque ini dapat dipakai sebagai pola dasar. Dari dasar basque dapat diubah menjadi macam-macam model.
3.    Empire adalah model pakaian yang memiliki garis pinggang yang ditinggikan dan merupakan variasi dari basque sesuai untuk anak-anak yang langsing.
4.    Princess adalah model pakaian dengan garis hias dari bahu atau kerung dengan lurus atau melengkung ke bawah. Pada busana anak garisnya sangat sederhana. Model ini sesuai untuk anak-anak yang gemuk.
5.    A-Line adalah model pakaian yang tidak mempunyai garis pinggang, sempit di atas melebar ke bawah. Model ini sering disebut model bebe gantung sesuai untuk anak-anak berumur 5 tahun ke bawah atau bentuk model pakaian rumah.

6.    Long Torso adalah model pakaian yang mempunyai garis pinggang yang diturunkan. Dapat dibuat bermacam-macam variasi dan sesuai untuk anak-anak yang berbadan pendek.