Akhirnya....
Setelah nyaris setahun menunggu (aku menanam pepaya ini di bulan mei 2014), pepayaku telah berbuah agak banyak, dan telah ada satu dua buah yang mulai berubah warna. Jika tadinya berwarna hijau tua, mulai ada warna kuning samar. Artinya pepaya tidak akan lama lagi kupanen.
Rasanya senang sekali😀😀...
Karena tak sabar kuambil juga satu buah yang paling banyak warna kuningnya. Suamiku tertawa melihatku.
" kamu nampaknya tidak sabaran honey," katanya sambil menepuk-nepuk bahuku.
"Pepaya itu masih butuh 2 atau 3 hari lagi baru bagus matangnya," sahutnya lagi.
Yah mungkin memang masih butuh waktu.Tapi rasa gembira terlalu menguasai perasaanku.
Dengan Bismillah kupetik buah pepayaku tanpa ragu lagi.
Uih..lumayan besar dan berat juga.Jika mau membeli di pasar buah sebesar ini kita mesti mengeluarkan kocek sebesar Rp.25ribu rupiah.
Lumayan bisa mengurangi pengeluaran...hehehe.
Keuntungan lainnya, tanaman pepayaku tdk pernah kusemprot anti hama atau zat2 kimia lainnya.
Dia tumbuh alami dan hanya kupupuk dengan pupuk kandang. Seperti inilah penampakannya bulan lalu..
Dan sore tadi saya telah memetik yang matangnya...Alhmdulillah...
Jumat, 10 April 2015
Rabu, 25 Maret 2015
Brownies Panggang Keju
Sebenarnya resep brownies ini mulanya saya temukan dari guntingan resep tabloid Nova. Saya lupa edisi kapan. Tapi pastinya pertama kali saya bikin tahun 1996...sudah lama banget ya...Waktu itu saya lagi panas2nya belajar bikin kue.Karena memang saya, entah kenapa sangat tertarik dengan dunia masak memasak.
Setiap habis mencicipi makanan enak di tempat lain saya pasti cari tau namanya. Lalu hunting sendiri cari resepnya. Hunting resep jaman itu jauh lebih sulit dibanding sekarang..sekarang bisa menggunakan Hp atau komputer dan gadget lainnya tinggal buka google..
Saya waktu itu bela-belain berlangganan majalah dan tabloid wanita, dan sesekali ke toko buku untuk cari resep2 yang saya ingin coba. Nah kebetulan sekali waktu itu adik bungsuku dan teman2 SMA-nya lagi berkunjung ke rumah kami,kusajikan saja Brownies yang baru saja diuji coba.
Saya mencicipnya sedikit.Tapi lidahku sepertinya tidak suka hasilnya.Karena tidak mungkin bikin kue lain padahal tamunya sudah duduk manis di teras depan, tetap juga kusajikan sambil deg2an kuatir kuenya tdk laris manis.
Hasilnya...kuenya ludes...tapi dalam hati saya tidak bisa berbangga.Mungkin kue itu ludes karena tidak ada pilihan lain., Dan saya tidak berminat untuk melanjutkan lagi mengulang latihan bikin brownies...
Tapi hal itu tidak berlangsung lama...karena belum lagi dalam hitungan bulan teman2 adekku akan kembali ke rumah kami.Kali ini mereka akan berlatih soal2 dalam lomba MIPA..Adikku ketua kelompoknya. Lalu apa hubungannya dengan brownies??? Yah keajaiban terjadi. Mereka nitip supaya dibikinkan kue coklat seperti yang dibuatkan beberapa waktu lalu..
Demikianlah sejarah Brownies ku yang setelahnya menjadi pavorit tamu tetap keluarga kami..dan seiring waktu resep asli Brownies ku-pun mengalami perubahan untuk mencari rasa yang pas.
Dan kini penyuka Brownies ku bertambah setelah aku berumahtangga, yakni putraku dan suami tercinta... Adapun resep patennya ingin saya bagikan dengan teman2 semua...semoga bisa merasakan kelezatannya seperti yang dirasakan oleh kerabat dan sahabat keluarga kami...
Bahan :
125 gram margarin
125 gram coklat batang (misalnya colatta)
5 butir telur
150 gram gula pasir
80 gram tepung terigu (segitiga biru)
20 gram coklat bubuk
20 gram susu bubuk ( saya gunakan ovaltin sachet/kadang Milo sachet) 25 gram kenari, cincang kasar
25 gram keju parut
Cara membuat :
1. Potong2 cokelat batang lalu tim bersama margarin diatas api kecil sambil diaduk-aduk sampai coklat meleleh bersama margarin. Sisihkan agar dingin.
2. Ayak terigu, cokelat dan susu bubuk.Sisihkan
3. Kocok gula dan telur sampai mengembang dan sangat kental ( bisa dites dengan cara angkat pengocok, jika adonan tdk langsung menetes artinya kocokan sudah bagus)
4. Masukkan terigu ayak kedalam kocokan telur sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.
5. Masukkan sedikit demi sedikit coklat tim samil diaduk perlahan hingga rata.
6. Tuangkan adonan kedalam cetakan 22 x 22 x 6 cm
7. Taburi dengan kenari cincang dan parutan keju.
8. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sampai kue matang.
Demikian resep ini, semoga bermanfaat...selamat membuat☺☺
Setiap habis mencicipi makanan enak di tempat lain saya pasti cari tau namanya. Lalu hunting sendiri cari resepnya. Hunting resep jaman itu jauh lebih sulit dibanding sekarang..sekarang bisa menggunakan Hp atau komputer dan gadget lainnya tinggal buka google..
Saya waktu itu bela-belain berlangganan majalah dan tabloid wanita, dan sesekali ke toko buku untuk cari resep2 yang saya ingin coba. Nah kebetulan sekali waktu itu adik bungsuku dan teman2 SMA-nya lagi berkunjung ke rumah kami,kusajikan saja Brownies yang baru saja diuji coba.
Saya mencicipnya sedikit.Tapi lidahku sepertinya tidak suka hasilnya.Karena tidak mungkin bikin kue lain padahal tamunya sudah duduk manis di teras depan, tetap juga kusajikan sambil deg2an kuatir kuenya tdk laris manis.
Hasilnya...kuenya ludes...tapi dalam hati saya tidak bisa berbangga.Mungkin kue itu ludes karena tidak ada pilihan lain., Dan saya tidak berminat untuk melanjutkan lagi mengulang latihan bikin brownies...
Tapi hal itu tidak berlangsung lama...karena belum lagi dalam hitungan bulan teman2 adekku akan kembali ke rumah kami.Kali ini mereka akan berlatih soal2 dalam lomba MIPA..Adikku ketua kelompoknya. Lalu apa hubungannya dengan brownies??? Yah keajaiban terjadi. Mereka nitip supaya dibikinkan kue coklat seperti yang dibuatkan beberapa waktu lalu..
Demikianlah sejarah Brownies ku yang setelahnya menjadi pavorit tamu tetap keluarga kami..dan seiring waktu resep asli Brownies ku-pun mengalami perubahan untuk mencari rasa yang pas.
Dan kini penyuka Brownies ku bertambah setelah aku berumahtangga, yakni putraku dan suami tercinta... Adapun resep patennya ingin saya bagikan dengan teman2 semua...semoga bisa merasakan kelezatannya seperti yang dirasakan oleh kerabat dan sahabat keluarga kami...
Bahan :
125 gram margarin
125 gram coklat batang (misalnya colatta)
5 butir telur
150 gram gula pasir
80 gram tepung terigu (segitiga biru)
20 gram coklat bubuk
20 gram susu bubuk ( saya gunakan ovaltin sachet/kadang Milo sachet) 25 gram kenari, cincang kasar
25 gram keju parut
Foto : dokumen pribadi
1. Potong2 cokelat batang lalu tim bersama margarin diatas api kecil sambil diaduk-aduk sampai coklat meleleh bersama margarin. Sisihkan agar dingin.
2. Ayak terigu, cokelat dan susu bubuk.Sisihkan
3. Kocok gula dan telur sampai mengembang dan sangat kental ( bisa dites dengan cara angkat pengocok, jika adonan tdk langsung menetes artinya kocokan sudah bagus)
4. Masukkan terigu ayak kedalam kocokan telur sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.
5. Masukkan sedikit demi sedikit coklat tim samil diaduk perlahan hingga rata.
6. Tuangkan adonan kedalam cetakan 22 x 22 x 6 cm
7. Taburi dengan kenari cincang dan parutan keju.
8. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sampai kue matang.
Foto : Dokumen pribadi
Sabtu, 14 Maret 2015
Bau Peapi Mandar
Bau Peapi
Bau peapi adalah ikan yang dimasak dengan aneka bumbu yang menghasilkan cita rasa unik dan khas. Jika di daerah Manado dan Gorontalo punya ikan masak yang cita rasanya sudah menggugah hampir seluruh lidah sulawesi dan sebagian nusantara dengan ikan Woku Blanga-nya, maka di tanah Mandar juga punya ikan rebus andalanyakni Bau Peapi yang mendulang populer di wilayah Sulawesi.
Bau Peapi Mandar ini keunikan bumbunya terletak pada asam mangga kering yang menjadi penunjang cita rasa khas yang berbeda dari daerah lain.Ditambah dengan lumuran Minyak kelapa asli menghasilkan ciri khas tersendiri yang konon Asam dan minyak kelapa asli Mandar yang wangi yang mana jenis ini hanya ada di Tanah Mandar.
Bau Peapi Mandar ini biasanya disandingkan dengan makanan pokok khas Mandar yang terbuat dari bahan singkong parut yang di kenal dengan nama Jepa...Makanan jenis ini terbuat dari parutan ubi kayu yang dipanggang di atas wajan . Pada jaman dulu menjadi hidangan wajib yang ada dalam daftar menu masyarakat Mandar.
Tapi pada masa kini meskipun jepa dan Bau peapi bukanlah daftar menu wajib, bukan berart bau pepai menghilang dari khasana kuliner Mandar.Bau pepapi tetaplah menjadi andalan pelengkap hidangan sehari- hari orang Mandar.
Inilah resep Bau Peapi khas Mandar yang pernah diajarkan Ibu saya...
Bau Peapi
Bahan
7 ekor ikan Peda atau Banjar yang sedang besarnya (Bulalia dlm bahasa Mandar). Segenggam Asam Mangga Mandar
6 butir bawang merah iris halus
6 butir cabe rawit atau sesuai selera
10 butir merica
1 biji lombok merah
1 sdt garam 250 cc air putih
1/2 sdt kunyit bubuk
3 sdm minyak kelapa harum (lebih bagus jika minyak asli khas Mandar)
Cara membuat
1. Bersihkan ikan sampai tdk air cuciannya putih jernih. Karena ini akan mempengaruhi cita rasanya. Kerat kedua sisinya. Sisihkan.
2. Cuci asam mangga. Campur dengan bawang merah iris, lalu remas2 keduanya dengan bantuan sedikit air sampai lemas dan setengah hancur.sisihkan.
3. Haluskan Cabe merah dan merica.
4. Campur asam mangga tadi dengan cabe merah tumbuk.
5. Masukkan ke dalam wajan (di daerah mandar kami biasa menggunakan wajan khusus yang terbuat dari tanah liat namanya Balenga Lita')
4. Masukkan air, cabe rawit iris,aduk sampai bumbu rata, lalu taburi kunyit.Aduk rata lagi.
5. Masukkan minyak, aduk rata.
6. Masukkan ikan, sambil bumbu diratakan. Perhatikan :
Cairan sebaiknya menutupi seluruh permukaan ikan. Cicipi rasa garamnya.
7. Masak dalam api sedang sampai ikan matang dan airnya tinggal sedikit. Hidangkan panas2 bersama nasi putih atau Jepa...
Silahkan dicoba ....
Selamat menikmati....
Bau peapi adalah ikan yang dimasak dengan aneka bumbu yang menghasilkan cita rasa unik dan khas. Jika di daerah Manado dan Gorontalo punya ikan masak yang cita rasanya sudah menggugah hampir seluruh lidah sulawesi dan sebagian nusantara dengan ikan Woku Blanga-nya, maka di tanah Mandar juga punya ikan rebus andalanyakni Bau Peapi yang mendulang populer di wilayah Sulawesi.
Bau Peapi Mandar ini keunikan bumbunya terletak pada asam mangga kering yang menjadi penunjang cita rasa khas yang berbeda dari daerah lain.Ditambah dengan lumuran Minyak kelapa asli menghasilkan ciri khas tersendiri yang konon Asam dan minyak kelapa asli Mandar yang wangi yang mana jenis ini hanya ada di Tanah Mandar.
Wallahu'alam di daerah lain kalo ada. Karena sepanjang penulis menetap dan berwisata ke beberapa daerah diluar tanah Mandar (pernah menetap beberapa tahun di Makassar, Bontang, dan sesekali berkunjung ke Bogor, Surabaya, dan Jakarta) saya tidak pernah menemukan bahan makanan jenis bumbu ini.
![]() | |
| Gambar Asam Mangga khas Mandar (Dokumen Pribadi) |
Inilah resep Bau Peapi khas Mandar yang pernah diajarkan Ibu saya...
Bau Peapi
Bahan
7 ekor ikan Peda atau Banjar yang sedang besarnya (Bulalia dlm bahasa Mandar). Segenggam Asam Mangga Mandar
6 butir bawang merah iris halus
6 butir cabe rawit atau sesuai selera
10 butir merica
1 biji lombok merah
1 sdt garam 250 cc air putih
1/2 sdt kunyit bubuk
3 sdm minyak kelapa harum (lebih bagus jika minyak asli khas Mandar)
![]() |
| Ikan Bau Pepapi yang sudah siap disantap (dok.Pribadi) |
1. Bersihkan ikan sampai tdk air cuciannya putih jernih. Karena ini akan mempengaruhi cita rasanya. Kerat kedua sisinya. Sisihkan.
2. Cuci asam mangga. Campur dengan bawang merah iris, lalu remas2 keduanya dengan bantuan sedikit air sampai lemas dan setengah hancur.sisihkan.
3. Haluskan Cabe merah dan merica.
4. Campur asam mangga tadi dengan cabe merah tumbuk.
5. Masukkan ke dalam wajan (di daerah mandar kami biasa menggunakan wajan khusus yang terbuat dari tanah liat namanya Balenga Lita')
4. Masukkan air, cabe rawit iris,aduk sampai bumbu rata, lalu taburi kunyit.Aduk rata lagi.
5. Masukkan minyak, aduk rata.
6. Masukkan ikan, sambil bumbu diratakan. Perhatikan :
Cairan sebaiknya menutupi seluruh permukaan ikan. Cicipi rasa garamnya.
7. Masak dalam api sedang sampai ikan matang dan airnya tinggal sedikit. Hidangkan panas2 bersama nasi putih atau Jepa...
Silahkan dicoba ....
Selamat menikmati....
Bau Tappi Ikan Bakar Khas Mandar
Bau Tappi (cara 2)
Beberapa waktu lalu, saya membagikan resep warisan turun temurun dalam keluarga Mandar, yakni ikan bakar bumbu Tappi yang saya namakan Ikan bakar bumbu Tappi cara satu.
Kali ini saya akan berbagi resep kembali dengan ikan bakar bumbu Tappi cara dua. Pada dasarnya bumbu dan takarannya sama. Hanya pada proses akhirnya berbeda.
Jika cara pertama tempo hari ikannya dibakar sambil diolesi dengan cairan bumbu lalu dilakukan berulang ulang sambil diolesi bumbu dan diasapi dengan arang atau sabut kelapa, kali ini dilakukan dengan cara berbeda.
Barangkali ada diantara teman yang belum mengikuti cara pertama kemarin, akan tetap sy lampirkan resepnya di sini.
Bahan
2 ekor ikan kakap/bawal/baronang berukuran sedang bersihkan, kerat sisinya, lumuri garam dan jeruk nipis, sisihkan.
3 buah lombok besar, buang bijinya
1 sdt merica
3 batang serai diiris halus bagian putihnya saja
6 siung bawang merah boleh tamba bawang putih
2 siung jika suka
3 butir kemiri
Garam secukupnya
1/2 sdt Bubuk kunyit
1 butir jeruk nipis
Cara membuat
1. Haluskan semua bumbu macam lombok besar, serai, merica, bawang merah,kemiri.
2. Masukkan garam, perasan buah jeruk nipis dan 2 sendok minyak kelapa.
3. Masukkan kunyit, aduk rata
4. Bakar ikan di atas bara api sampai matang, sisihkan.
5. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai harum.
6. Masukkan ikan sambil dibolak balik agar bumbu terserap ke dalam ikan.
7. Setalah bumbu matang angkat dari api.
8. Hidangkan ikan ditemani nasi hangat dan sayur lodeh.
Beberapa waktu lalu, saya membagikan resep warisan turun temurun dalam keluarga Mandar, yakni ikan bakar bumbu Tappi yang saya namakan Ikan bakar bumbu Tappi cara satu.
Kali ini saya akan berbagi resep kembali dengan ikan bakar bumbu Tappi cara dua. Pada dasarnya bumbu dan takarannya sama. Hanya pada proses akhirnya berbeda.
Jika cara pertama tempo hari ikannya dibakar sambil diolesi dengan cairan bumbu lalu dilakukan berulang ulang sambil diolesi bumbu dan diasapi dengan arang atau sabut kelapa, kali ini dilakukan dengan cara berbeda.
Barangkali ada diantara teman yang belum mengikuti cara pertama kemarin, akan tetap sy lampirkan resepnya di sini.
2 ekor ikan kakap/bawal/baronang berukuran sedang bersihkan, kerat sisinya, lumuri garam dan jeruk nipis, sisihkan.
3 buah lombok besar, buang bijinya
1 sdt merica
3 batang serai diiris halus bagian putihnya saja
6 siung bawang merah boleh tamba bawang putih
2 siung jika suka
3 butir kemiri
Garam secukupnya
1/2 sdt Bubuk kunyit
1 butir jeruk nipis
Cara membuat
1. Haluskan semua bumbu macam lombok besar, serai, merica, bawang merah,kemiri.
2. Masukkan garam, perasan buah jeruk nipis dan 2 sendok minyak kelapa.
3. Masukkan kunyit, aduk rata
4. Bakar ikan di atas bara api sampai matang, sisihkan.
5. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai harum.
6. Masukkan ikan sambil dibolak balik agar bumbu terserap ke dalam ikan.
7. Setalah bumbu matang angkat dari api.
8. Hidangkan ikan ditemani nasi hangat dan sayur lodeh.
Jumat, 13 Maret 2015
cake Labu Tabur Keju
Beberapa waktu lalu , saat ngintip ke dapur jurusan Tata Boga di sekolahku, oleh teman yang lagi ngajar ditawari mencicipi cup cake labu hasil praktek siswa.
Karena rasanya lumayan enak aku ketagihan lalu membeli beberapa buah buat cemilan putraku sore nanti.
Karena cuma buat praktek siswa bikinnya cuma satu resep. Jadi yang kebeli cuma enam buah cup cake..ternyata dan ternyata putraku suka sekali dan minta nambah. Ibuku yang mendengar cucunya masih mau kue malah bilang kepada cucunya gini, "dulu ibumu semasa gadis sering bikin kue macam ini.Minta dibikinkan saja sama ibumu," Akhirnya putraku menagih dibikinkan...
Jadilah aku mengenang dan mengingat lagi cake labu yang pernah sering kubuat dulu saat belum punya kerjaan tetap dan menjadi seorang ibu.. Dan hasil rekaman ingatan masa lalu kucoba praktekkan lagi sambil harap2 cemas kuatir bantat dan tidak enak. Seperti inilah resepnya....
Bahan
250 gram labu kukus
70 cc susu cair
250 gram margarin
150 gram gula pasir halus
6 butir kuning telur
4 putih telur
220 gram tepung terigu
20 gram tepung maizena
50 gram keju parut untuk taburan
Cara membuat
1. Blender labu kukus dan susu cair sampai halus
2. Kocok margarin dan gula halus sampai gula larut.
3. Masukkan labu yang telah diblender sambil terus di kocok
4. Masukkan telur satu persatu berselang seling dengan tepun terigu dan tepung maizena sampai habis
5. Panaskan oven
6. Masukkan adonan ke dalam loyang ukuran 22 x 22 x 4 cm
(saya sih menggunakan loyang kaca tahan panas dengan ukuran kurang lebih sama 7. Taburi adonan dengan keju parut
8. Panggang dalam oven sampai matang.
Alhmdulillah setelah matang, dan hasilnya dicicipi langsung ludes deh setengah loyang.
Berkali-kali putraku mengecup pipiku karena senang dengan kue yang kubuatkan sore ini.
Silahkan sahabatku para ibu rumahtangga atau mereka yang gemar blusukan di dapur mencoba resep sederhanaku ini. Semoga hasilnya tidak mengecewakan.
Salam sayang...
Karena cuma buat praktek siswa bikinnya cuma satu resep. Jadi yang kebeli cuma enam buah cup cake..ternyata dan ternyata putraku suka sekali dan minta nambah. Ibuku yang mendengar cucunya masih mau kue malah bilang kepada cucunya gini, "dulu ibumu semasa gadis sering bikin kue macam ini.Minta dibikinkan saja sama ibumu," Akhirnya putraku menagih dibikinkan...
Jadilah aku mengenang dan mengingat lagi cake labu yang pernah sering kubuat dulu saat belum punya kerjaan tetap dan menjadi seorang ibu.. Dan hasil rekaman ingatan masa lalu kucoba praktekkan lagi sambil harap2 cemas kuatir bantat dan tidak enak. Seperti inilah resepnya....
Bahan
250 gram labu kukus
70 cc susu cair
250 gram margarin
150 gram gula pasir halus
6 butir kuning telur
4 putih telur
220 gram tepung terigu
20 gram tepung maizena
50 gram keju parut untuk taburan
Cara membuat
1. Blender labu kukus dan susu cair sampai halus
2. Kocok margarin dan gula halus sampai gula larut.
3. Masukkan labu yang telah diblender sambil terus di kocok
4. Masukkan telur satu persatu berselang seling dengan tepun terigu dan tepung maizena sampai habis
5. Panaskan oven
6. Masukkan adonan ke dalam loyang ukuran 22 x 22 x 4 cm
(saya sih menggunakan loyang kaca tahan panas dengan ukuran kurang lebih sama 7. Taburi adonan dengan keju parut
8. Panggang dalam oven sampai matang.
Silahkan sahabatku para ibu rumahtangga atau mereka yang gemar blusukan di dapur mencoba resep sederhanaku ini. Semoga hasilnya tidak mengecewakan.
Salam sayang...
Sabtu, 07 Maret 2015
Resep Puding Jagung
Puding Jagung
Resep ini lumayan sederhana, bahan bakunya sangat mudah di dapat. Tukang sayur kelilingpun punya bahannya.
Resep ini saya temukan ditengah kebingungan karena lagi bosan menghabiskan jagung yang saya panen dari halaman. Padahal jagung itu sudah di bagi ke tetangga, kerabat, bahkan sudah bikin tino tuan alias bubur Manado lalu di kirim ke sekolah tempat kerjaku untuk disantap rame-rame, eh tetap juga masih ada tersisa di rumah.
Akhirnya saya mencoba nyari sisa bahan kue yang ada di kulkas. Ketemu beberapa. Dan sambil sedikit putar otak jadilah....
Inilah resep racikan tanpa mengkopi resep dari Mbah Google karena sudah kepepet dan keburu malam.
Bahan
4 buah jagung manis disir halus
800 cc santan dari setengah butir kelapa
75 gr gula pasir atau sesuai selera
1 butir telur ayam
1 bungkus agar-agar
1/2 sdt vanili
Cara Membuat
1. Haluskan jagung dalam blender bersama sedikit santan. Peras lalu Saring.
2.Campur jagung yang telah disaring bersama sisa santan, agar-agar, Gula pasir, telur dan vanili jadi satu ke dalam wadah. Aduk sampai tercampur rata.
3. Rebus adonan jagung sampai meletup-letup dalam api sedang. Aduk terus hingga mendidih. Tuang ke dalam cetakan lalu dinginkan.
Lebih enak di santap di siang terik jika kue di simpan di kulkas..
Selamat menikmati..dan ditunggu komentarnya...
Resep ini lumayan sederhana, bahan bakunya sangat mudah di dapat. Tukang sayur kelilingpun punya bahannya.
Resep ini saya temukan ditengah kebingungan karena lagi bosan menghabiskan jagung yang saya panen dari halaman. Padahal jagung itu sudah di bagi ke tetangga, kerabat, bahkan sudah bikin tino tuan alias bubur Manado lalu di kirim ke sekolah tempat kerjaku untuk disantap rame-rame, eh tetap juga masih ada tersisa di rumah.
Akhirnya saya mencoba nyari sisa bahan kue yang ada di kulkas. Ketemu beberapa. Dan sambil sedikit putar otak jadilah....
Inilah resep racikan tanpa mengkopi resep dari Mbah Google karena sudah kepepet dan keburu malam.
Bahan
4 buah jagung manis disir halus
800 cc santan dari setengah butir kelapa
75 gr gula pasir atau sesuai selera
1 butir telur ayam
1 bungkus agar-agar
1/2 sdt vanili
Cara Membuat
1. Haluskan jagung dalam blender bersama sedikit santan. Peras lalu Saring.
2.Campur jagung yang telah disaring bersama sisa santan, agar-agar, Gula pasir, telur dan vanili jadi satu ke dalam wadah. Aduk sampai tercampur rata.
3. Rebus adonan jagung sampai meletup-letup dalam api sedang. Aduk terus hingga mendidih. Tuang ke dalam cetakan lalu dinginkan.
Lebih enak di santap di siang terik jika kue di simpan di kulkas..
Selamat menikmati..dan ditunggu komentarnya...
Jumat, 06 Maret 2015
BAU TAPPI Resep Ikan Bakar khas Mandar
BAU TAPPI
Ikan Bakar yang berbumbu khas Cita Rasa Mandar
Cara I
Sebenarnya ikan bakar berbumbu ini adalah ikan bakar pavorit keluarga kami dan juga masyarakat Mandar pada umumnya. Sebagai salah satu daerah yang hasil lautnya kaya dengan ikan, membuat masyarakat di daerah ini leluasa mengeksplore racikan bumbu dalam mengolah aneka masakan yang berkaitan dengan ikan.
Salah satu resep warisan turun temurun disetiap keluarga Mandar ini akan saya sajikan pula di blog saya.Sebagai kenangan dan apresiasi pada mereka yang telah menemukan masakan yang bercita rasa lezat yang telah menggoyang lidah kami ini sebagai warga tanah Mandar. Mungkin dalam setiap keluarga akan memiliki cita rasa khas dan sedikit berbeda dengan keluarga lainnya.Tergantung dengan selera dan kebiasaan masing- masing.Dan bagi saya pribadi bukan masalah.Justru hal itu akan memperkaya kekhasan Ikan bakar bumbu Tappi itu sendiri..
Inilah resep khas Bau tappi di keluarga kami
Bahan :
2 ekor ikan kakap segar(boleh juga ikan lain misalnya bawal, ikan baronang, tapi umumnya menggunakan ikan karang) Dan saya pribadi memilih kakap putih dan ikan bawal.Kebetulan ikan jenis itu yang ada di kulkas. Disiangi, dibersihkan lalu dibaluri garam dan perasan air jeruk nipis. Sisihkan.
3 buah cabai merah
1 sdt merica
6 butir bawang merah (boleh ditambah bawang putih 2 siung)
3 butir kemiri
3 batang serai yang segar,iris tipis
1 buah jeruk nipis
1/2 sdt kunyit kalau suka agak kekuningan
Garam secukupnya (saya cuma memperkirakan sekitar 1/2 sdt)
1 lembar daun pisang untuk membungkus ikan.
2 sdm minyak kelapa.
Cara membuatnya
1. Tumbuk sampai halus cabai,merica,bawang merah,kemiri,serai dan garam. Tambahkan perasan air jeruk nipis. Aduk dengan minyak Kelapa sampai rata.
2. Bakar ikan sampai matang di atas bara api. Olesi dengan bumbu halus, bakar sejenak lalu dibalik. Olesi lagi dengan bumbu. Demikian seterusnya setiap kali selesai dibalik diolesi bumbu. Sampai bumbunya habis dan merata pada permukaan ikan. Setelah bumbu rata, bungkus ikan bakar dengan daun pisang lalu bakar lagi sejenak agar bumbu mereaap.Angkat lalu hidangkan hangat- hamgat dengan nasi putih.
....
Semoga bermanfaat buat rumahtanga saudar2 ku sekalian..
Ikan Bakar yang berbumbu khas Cita Rasa Mandar
Cara I
Sebenarnya ikan bakar berbumbu ini adalah ikan bakar pavorit keluarga kami dan juga masyarakat Mandar pada umumnya. Sebagai salah satu daerah yang hasil lautnya kaya dengan ikan, membuat masyarakat di daerah ini leluasa mengeksplore racikan bumbu dalam mengolah aneka masakan yang berkaitan dengan ikan.
Salah satu resep warisan turun temurun disetiap keluarga Mandar ini akan saya sajikan pula di blog saya.Sebagai kenangan dan apresiasi pada mereka yang telah menemukan masakan yang bercita rasa lezat yang telah menggoyang lidah kami ini sebagai warga tanah Mandar. Mungkin dalam setiap keluarga akan memiliki cita rasa khas dan sedikit berbeda dengan keluarga lainnya.Tergantung dengan selera dan kebiasaan masing- masing.Dan bagi saya pribadi bukan masalah.Justru hal itu akan memperkaya kekhasan Ikan bakar bumbu Tappi itu sendiri..
Inilah resep khas Bau tappi di keluarga kami
Bahan :
2 ekor ikan kakap segar(boleh juga ikan lain misalnya bawal, ikan baronang, tapi umumnya menggunakan ikan karang) Dan saya pribadi memilih kakap putih dan ikan bawal.Kebetulan ikan jenis itu yang ada di kulkas. Disiangi, dibersihkan lalu dibaluri garam dan perasan air jeruk nipis. Sisihkan.
3 buah cabai merah
1 sdt merica
6 butir bawang merah (boleh ditambah bawang putih 2 siung)
3 butir kemiri
3 batang serai yang segar,iris tipis
1 buah jeruk nipis
1/2 sdt kunyit kalau suka agak kekuningan
Garam secukupnya (saya cuma memperkirakan sekitar 1/2 sdt)
1 lembar daun pisang untuk membungkus ikan.
2 sdm minyak kelapa.
1. Tumbuk sampai halus cabai,merica,bawang merah,kemiri,serai dan garam. Tambahkan perasan air jeruk nipis. Aduk dengan minyak Kelapa sampai rata.
2. Bakar ikan sampai matang di atas bara api. Olesi dengan bumbu halus, bakar sejenak lalu dibalik. Olesi lagi dengan bumbu. Demikian seterusnya setiap kali selesai dibalik diolesi bumbu. Sampai bumbunya habis dan merata pada permukaan ikan. Setelah bumbu rata, bungkus ikan bakar dengan daun pisang lalu bakar lagi sejenak agar bumbu mereaap.Angkat lalu hidangkan hangat- hamgat dengan nasi putih.
....
Semoga bermanfaat buat rumahtanga saudar2 ku sekalian..
Langganan:
Komentar (Atom)









